Kunjungan Menyama Braya di Wilayah Dalung dan Buduk

Perayaan Galungan, Kuningan dan Nyepi

Seksi HAK Paroki Tuka

3/9/20245 min read

Kepala Desa (Perbekel)

Kepala Desa adalah perangkat terdekat pemerintahan yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Tuka sendiri adalah bagian dari Desa Dalung sehingga hubungan dengan perangkat pemerintah terdekat wajib dilakukan bersama Klian Banjar Tuka. Dengan membangun komunikasi yang baik segala informasi dan juga harapan-harapan Kepala Desa (Perbekel) dan juga sebaliknya bisa disalurkan. Pemerintah Desa sendiri melihat Tuka sebagai bagian penting dari wilayah Desa Dalung sehingga informasi timbal balik wajib dilakukan.

Bulan ini (Februari- Maret) menjadi bulan penuh berkah. Bukan saja bagi umat Katolik yang sedang ada dalam masa Prapaskah (Tobat) tetapi juga untuk Umat Hindu yang pada bulan ini merayakan hari Raya Galungan (28 Februari), Hari raya Kuningan (9 Maret) serta Hari Raya Nyepi. Sebentar lagi umat Muslim juga akan mengawali Puasa di Bulan Ramadhan yang jatuh pada 11/12 Maret 2023 bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Semua perayaan ini menjadi berkat bagi umat, khususnya masyarakat Bali.

Bulan yang penuh berkah ini tentu menjadi kesempatan bagi umat untuk menjalin tali silaturahmi, persaudaraan-menyama braya dengan segenap umat yang ada di Bali dan secara khususnya di Kabupaten Badung, tepatnya di Desa Dalung yang terkenal dengan keberagaman umatnya. Umat di wilayah ini sudah lama mempunyai tradisi menyama braya dengan saling mengunjungi, membantu dan juga berbagi. Semuanya ini dihidupi oleh masyaakat Dalung yang memiliki 22 Banjar adat dan 3 Desa Adat

Tahun ini, Gereja Katolik di bawah Seksi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) menggunakan kesempatan ini untuk melanjutkan tradisi menyama braya baik yang ada di wilayah Buduk maupun Dalung yang menjadi bagian dari wilayah Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka. Seksi Hak di bawah koordinasi BAK (Bidang Aksi Kemasyarakatan) ingin mengajak dan mengajarkan umat untuk hidup dalam semangat toleransi, khususnya melalui kunjungan menyama braya.

Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di kantor desa Dalung
Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di kantor desa Dalung

Pada tanggal 16 Februari 2024, Umat Tuka yang diwakili oleh Panitia Pembangunan dan juga didampingi oleh Pastor Paroki Tuka berkesempatan bertemu dengan Perbekel Desa Dalung, Bapak I Gede Putu Arif Wiratya, S.Sos. Beliau sangat senang mendapat kunjungan ini sehingga kerinduan beliau terobati untuk bisa bertemu langsung dengan tokoh umat di Tuka. Beliau bahkan berjanji untuk bisa datang ke Tuka yang pada 18 Februari 2024 melaksanakan Upacara Peletakan Batu Pertama untuk relokasi bangunan Gereja Tuka. Janji beliau dipenuhi dan berkenan memberikan sumbangan pribadi untuk rencana pembangunan gereja. Bahkan berjanji juga untuk mengawal proses pembangunan Gereja melalui dana desa.

Tali silaturahmi ini kemudian berlanjut ke rumah beliau yang diwakili oleh DPP dan perwakilan umat. Bapak Klian Banjar Tuka, Bapak Arnoldus I Nyoman Adi Suryanata juga berkenan menjadi fasilitator untuk pertemuan ini. Suster Xaverin juga berkenan bergabung sehingga kehadiran kita di rumah Bapak Putu Arif terlaksana dengan penuh kekeluargaan. Beliau merasa bersyukur bisa menyambung kembali tali silaturahmi sehingga percakapan berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Kita juga sempat berdoa bersama untuk Pak I Gede Putu Arif Wiratya yang dengan rendah hati minta selalu didoakan khususnya untuk tugas dan tanggung jawab beliau dalam pelayanan di tengah masyarakat.

Romo Paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka dirumah Kepala Desa Br. Pendem, bapak Putu Arif
Romo Paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka dirumah Kepala Desa Br. Pendem, bapak Putu Arif

Kunjungan yang sama juga dilakukan oleh umat Buduk pada 7 Maret 2024 untuk Kepala Desa Buduk yakni Bapak I Ketut Adi Wiratmaja Kunjungan ini langsung diinisiasi oleh Ketua Komisi HAK Paroki, Bapak Bernardus Wayan Purwanto. Dengan mengenakan pakaian adat bersama kurang lebih 9 orang yang juga didampingi oleh Pastor Paroki dan Suster Xaverin, OSF kita bersama-sama mengunjungi rumah beliau yang ada di Uma Kepuh. Beliau juga merasa sangat senang dan bahagia mendapat kunjungan seperti ini, apalagi bagi beliau umat Katolik bukan orang asing. Hubungan persaudaraan juga didasari oleh hubungan keluarga sehingga tidak ada alasan untuk berkonflik.

Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi bersama perbekel Desa Buduk
Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi bersama perbekel Desa Buduk

GEREJA KATOLIK TRI TUNGGAL

Save SMALL on our BIG church!

Bendesa Adat

Bendesa adat adalah perangkat masyarakat yang bergerak di bidang adat dan budaya agama. Di Bali Bendesa adat memegang peranan penting untuk mengatasi berbagai macam persoalan yang ada di tengah masyarakat, khususnya dalam kalangan umat Hindu. Namun kepemimpinan mereka juga selalu ada dalam lintas batas sehingga perlu terus dibangun komunikasi dengan agama lain yang ada di wilayah adatnya. Bendesa adat diyakini sebagai tokoh yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan selalu memperjuangkan ketertiban dan juga kenyamanan masyarakat.

Bersamaan dengan kunjungan ke Kepala Desa (Perbekel) Buduk pada 7 Maret 2024, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan Bendesa Adat Buduk yakni Bapak Ida Bagus Gede Putra Manuaba. Beliau berdomisili di Banjar Tengah, Buduk. Rumah beliau harus melalui gang sempit sehingga mobil harus diparkir cukup jauh dari rumah beliau. Setelah berjalan kaki, rombongan yang difasilitasi oleh Ketua Lingkungan Buduk, Bapak Jimmy Arimbawa bisa bertemu dengan Bendesa Adat Buduk yang juga kebetulan menjadi anggota DPRD Kabupaten Badung dari Partai Gerindra.

Kehadiran kita disambut hangat, juga karena kehadiran suster dan romo. Setelah memperkenalkan diri beliau mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan ini. Beliau merasa sangat berbahagia apalagi umat Buduk sendiri bukan warga asing bagi mereka. Dalam usia yang masih sangat muda beliau masih harus banyak belajar dari tokoh umat yang usianya jauh lebih tua. Walaupun memegang jabatan penting di desa adat dan sekarang sebagai anggota DPRD terpilih, beliau tetap ingin berjalan bersama umat Buduk.

Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka Menyama Braya bersama Bendesa Adat Buduk
Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka Menyama Braya bersama Bendesa Adat Buduk

Lalu bertepatan dengan hari Raya Kuningan, Seksi Hak juga mengajak kita untuk melaksanakan kunjungan ke Bendesa Adat Tuka dan juga Bendesa Banjar Tuka serta Bapak Wayan Dana selaku tokoh umat. Dengan guyuran hujan yang deras kita tetap bersemangat mengadakan kunjungan persaudaraan ini. Berangkat dari paroki yang juga ditemani oleh Suster Xaverin, OSF serta Romo Paroki kita berangkat dengan mobil karena hujan gerimis. Dengan payung di tangan kita diterima baik oleh Bapak Bagus Ari Prayoga, SH., MH. di rumahnya yang juga sekalian ditemani oleh Bendesa Adat Tuka Bapak I Gede Sukarya.

Aji dari Bapak Bagus Ari Prayoga banyak mengajak kita mengenang masa lalu, lebih-lebih jalinan persaudaraan yang sudah lama terbangun. Beliau, yakni orang tua dari Bapak Bagus Ari Prayoga sudah lama kenal dengan orang tua-tua di Tuka. “Kita sudah seperti saudara kandung. Kita kenal para orang tua terdahulu di mana kita pernah bekerja bersama dan juga saling mengunjungi satu sama lain”. Bahkan pastoran bukan tempat yang asing. Pada waktu masih kecil beliau sudah kenal dengan Pastor Flaska, SVD dan juga Pastor Shadeg, SVD. Beliau sangat terkesan dengan para romo yang juga biasa berkunjung ke rumah-rumah.

Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di rumah Gung Aji Tuka
Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di rumah Gung Aji Tuka

Pertemuan kemudian berlanjut di rumah Bapak I Wayan Dana, tokoh Banjar Tuka yang mengingatkan kita semua berasal dari silsilah yang sama yakni dari Keturunan Manik Mas. Jadi tidak ada alasan untuk saling bermusuhan. “Perbedaan jangan sampai dijadikan sebagai alasan untuk bermusuhan. Mari kita saling menghormati dan saling menghargai. Ibarat satu piring, mari kita makan bersama-sama”. Di usia beliau yang sudah semakin lanjut dan juga kesehatan yang tidak prima (struk ringan) beliau masih semangat bercerita tentang segala sesuatu yang membuat kehidupan itu indah.

Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di rumah I Wayan Dana
Romo paroki beserta perwakilan umat Paroki Tuka silaturahmi di rumah I Wayan Dana