Natal Ceria Sekami, Misdinar Santo Tarsicius Tuka, OMK, Bersama Paguyuban Lansia Simona
Perayaan Natal sangat identik dengan keceriaan. Keceriaan menyambut kelahiran Sang Juru Selamat dunia. Rasa gembira dan sukacita diwujudkan oleh Anak-anak Sekami, OMK, dan Paguyuban Lansia Simona dalam Natal Ceria 2025 di awal tahun 2026.
Tuka, 4 Januari 2026 — Sukacita Natal masih terasa hangat dalam kegiatan Natal Ceria Sekami dan Misdinar Santo Tarsicius Tuka bersama Paguyuban Lansia Simona yang dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen indah kebersamaan lintas generasi, mempertemukan anak-anak, remaja, dan para lansia dalam semangat kasih Natal.
Misa Kudus Mengawali Perayaan
Acara diawali dengan Misa Kudus dalam rangka Perayaan Hari Anak Misioner Sedunia (HAM) ke-183. Misa dipimpin oleh Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD dan diikuti dengan penuh khidmat oleh umat, khususnya anak-anak Sekami, misdinar, serta Paguyuban Lansia Simona.
Dalam homilinya, Romo Paskalis menegaskan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap keluarga dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan kehidupan. Beliau mengajak umat untuk tetap setia dan bertekun dalam iman, meneladani Keluarga Kudus Nazaret yang hidup dalam kesederhanaan, ketaatan, dan kasih. Pesan ini menjadi penguatan rohani, tidak hanya bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga bagi para orang tua dan lansia.
Perayaan Misa Hari Anak Misioner Sedunia semakin semarak dengan pelayanan liturgi yang dilaksanakan oleh Paduan Suara Anak Sekami dan Remaja Santo Tarsicius Tuka, yang dengan penuh sukacita memuji Tuhan melalui lagu-lagu liturgi Natalnya.




Natal Ceria Penuh Kreativitas dan Budaya
Usai Misa Kudus, kegiatan dilanjutkan dengan acara Natal Ceria yang berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak Sekami menampilkan pentas dance yang menggambarkan semangat Natal dan kegembiraan berbagi kasih.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Gamelan dan Tari Topeng oleh Sanggar Bakti Budaya, yang turut menampilkan Tari Pendet sebagai wujud ungkapan syukur dan penghormatan. Sanggar Bakti Budaya selama ini dikenal aktif membina anak-anak dan remaja dalam melestarikan seni tabuh dan gambelan, sehingga nilai budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
Tak kalah menarik, Anak-anak Sekami Remaja juga menampilkan drama kehidupan yang mengangkat nilai kebersamaan, kepedulian, dan kasih dalam keluarga. Penampilan ini mengajak semua yang hadir untuk merefleksikan makna Natal dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah penampilan anak-anak per kelompok diserahkan pula bingkisan kepada tiga orang anak tergiat dalam mengikuti kegiatan Sekami sepanjang tahun 2025. Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap ketekunan mereka.
GEREJA KATOLIK TRI TUNGGAL




Save SMALL on our BIG church!
Makna Kebersamaan Natal
Kegiatan Natal Ceria ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan Natal bukan hanya tentang sukacita sesaat, tetapi juga tentang kebersamaan, perjumpaan, dan pewartaan iman, khususnya kepada anak-anak sebagai generasi penerus Gereja. Kehadiran Paguyuban Lansia Simona semakin memperkaya makna acara ini sebagai perjumpaan lintas usia yang saling menguatkan.
Melalui Natal Ceria Sekami dan Misdinar Santo Tarsicius Tuka ini, umat diajak untuk terus menumbuhkan iman, melestarikan budaya, dan mempererat persaudaraan, sehingga semangat Natal sungguh hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*ide).


