Orang Muda Katolik di Bali dalam Menerapkan Moderasi Beragama

Seminar Orang Muda Katolik Paroki Tuka dalam Menerapkan Moderasi Beragama

tyas

7/10/20222 min read

Seminar Moderasi Beragama Bagi Orang Muda Katolik, pertama kali diadakan di Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka pada tanggal 09 Juli 2022. Tepatnya dilaksanakan di Perpustakaan Widya Wahana dan dihadiri oleh perwakilan orang muda dari masing-masing lingkungan. Kegiatan ini dirancang oleh Seksi HAK DPP Paroki Tuka, ditujukan untuk Orang Muda Katolik di Paroki Tuka. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan Doa Pembuka. Kemudian sambutan dari Ketua Panitia, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan supaya generasi muda mampu merawat Indonesia dengan menghidupkan nilai-nilai toleransi, agar generasi katolik dalam mengamalkan agamanya tetap menjadi orang Indonesia, dan supaya orang muda Indonesia tidak tercabut dari budayanya.

Di dalam kegiatan ini terdapat dua narasumber, yaitu Rm. Dr. Paskalis Nyoman Widastra, SVD, M.Si dan IR. I Wayan Sukarya, M.Ag sebagai narasumber. Pada Sesi materi pertama ini, Rm. Paskalis memberikan materi dari perspektif Katolik mengenai "Gereja Katolik di Bali dalam Moderasi Beragama". Dengan kesimpulannya adalah walaupun kita minoritas ditengah mayoritas kita tidak boleh mengasingkan diri dari lingkungan sosial. Dan kita harus memiliki konsep dan nilai-nilai hidup yang benar. Narasumber kedua yaitu IR. I Wayan Sukarya, M.Ag yang memberikan materi dengan perspektif Hindu mengenai "Moderasi Beragama Dengan Toleransi dan Merawat Kerukunan". Kesimpulannya adalah sesungguhnya Tuhan itu satu, Sang Pencipta itu satu tetapi cara kita menyebutnya berbeda-beda.

Dan diakhir kegiatan, dibentuklah beberapa kelompok dengan arti Bhinneka Tunggal Ika yang bermaksud untuk menyatukan orang-orang yang berbeda dari masin-masing lingkungan. Dimana kelompok-kelompok tersebut diberikan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan bersama kelompoknya, untuk mengukur seberapa pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan oleh narsumber-narasumber. Kemudian dari hasil didiskusikan tersebut dipresentasikan setiap kelompok.

Diakhir, Pastor Paroki Tuka yaitu Rm. Martin Fatin, SVD memberikan sapaan kasih kepada para peserta seminar dan seluruh pihak yang terlibat didalam acara ini. Romo menyampaikan agar kita dapat memulai dari hal terkecil dalam diri kita sendiri dan lingkungan dan berjiwa panvasila yaitu beriman, mandiri, kreatif, gotong royong, kebhinekaan yang menghargai keberagaman.