"PANEN" BAPTISAN BARU DI NATAL 2023

Baptisan Baru di Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka

ide

12/24/20233 min read

Sabtu (23/12/2023) sebanyak 14 calon baptisan baru menerima Sakramen Baptis menjelang Natal 2023. Jumlah yang tidaklah sedikit untuk sebuah paroki di wilayah pedesaan yang terkurung dengan mewahnya perkotaan dan daerah pariwisata.

Keempatbelas calon baptisan baru dibaptis oleh Pastor Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka - Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. Bertempat di kapela Susteran OSF Tuka, para calon baptis ini didamping oleh para wali baptis. Penerimaan Sakramen Baptis menjelang Natal ini didahului dengan ibadat sabda.

Romo Nyoman Paskalis menegaskan kembali bahwa dengan dibaptis kita menerima rahmat dari Allah sendiri. “Sakramen baptis bermakna bahwa kita dilahirkan kembali. Manfaat baptis yang kita terima ada empat yaitu petama, dengan Sakramen Baptis kita dijadi anak-anak Allah. Kedua, dengan menjadi anak Allah kitalah pewaris Kerajaan Allah. Ketiga, kita diangkat menjadi anggota Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik, dan keempat kita melaksanakan tugas dan kewajiban kita. Contoh, masuk menjadi anggota KBG atau lingkungan. Melibatkan diri dalam kegiatan koor, doa di KBG atau lingkungan, memahami dan menghayati doa-doa pokok,” demikian penjelasan Romo Nyoman.

Setelah dibaptis seharusnya kita menjadi anggota gereja yang lebih militan di mana kita mempertahankan iman dan melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik baik-baik. Pembaptisan harus membawa perubahan dalam diri kita. “Ubahlah nama segera setelah menerima pembaptisan. Nama dalam KTP harus berubah segera setelah dibaptis, jangan dibiarkan tetap menggunakan agama/data yang lama,” tegas Romo Nyoman.

Kita dapat belajar dari Paulus, setelah dibaptis berubah. “Perubahan dari nama Saulus menjadi Paulus setelah dia mengenal Yesus,” demikian papar Romo Nyoman.

Perubahan yang dilakukan pada diri setelah dibaptis harus mengarah pada perubahan yang konkrit dan positif. “Paulus berubah dan menjadi militan dalam mengiman Kristus. Dia berubah ke arah yang lebih baik, teguh pada iman akan Yesus Kristus. Dia tidak menyombongkan diri tetapi berubah secara nyata dalam kehidupannya,” ungkap Romo Nyoman.

Baptisan baru pada masa paskah ini lebih karena alasan pernikahan. Karena suami lebih dahulu katolik kemudian isteri mengikuti. Minta mereka Sakramen Baptis untuk mendapat peneguhan atas perkawinan yang telah dilakukan sehingga sah secara gerejawi dan juga pada pencatatan sipil.

Kesiapan calon baptisan baru untuk dibaptis tidaklah memerlukan waktu yang singkat. Kurang lebih 6 bulan, para katakese paroki di antaranya Pak Anton Madya, Pak Blasius, Ibu Lintina, Ibu Santi, Ibu Christin Herman, dan Ibu Herlina. Dengan penuh kesabaran para pendamping ini memberikan pembekalan kepada calon baptisan baru sehingga siap untuk dibaptis pada hari ini.

Kepada Baptisan baru, paroki menyerahkan sebuah buku Pangabakti kepada setiap katekumen. Pada kesempatan ini atas ijin dari Romo Nyoman, Pak Yoseph - Ketua DPP - BPI menyerahkan kenang-kenangan tersebut. Selamat kepada para baptisan baru. Sungguh menjelang Natal ini Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka memanen para baptisan, untuk diterima sebagai anggota Gereja secara universal. (*ide)

Save BIG on our church!

GEREJA KATOLIK TRI TUNGGAL