PERTAMA KALI, TABUH BALEGANJUR MENGANTAR PERAYAAN PASKAH

Perayaan Paskah di Lingkungan Maria Asumpta Buduk

ide

4/4/20243 min read

Perayaan Paskah tidak hanya dirayakan di gereja paroki saja. Gereja stasi/lingkungan Santa Maria Asumpta Buduk merayakan Paskah pada hari kedua setelah Minggu Paskah, tepatnya pada Senin (1/04/2024). Perayaan yang dilaksanakan di Kapela Santa Maria Asumpta Buduk berlangsung meriah. Untuk kali pertama perayaan Paskah di lingkungan ini diawali dan ditutup dengan tabuh Baleganjur.

Perayaan Paskah di Lingkungan Maria Asumpta Buduk ini melibatkan seluruh komponen umat. Dari anak-anak, remaja, sampai mereka yang dewasa hadir dan ambil bagian. Golongan lansia menyaksikan kiprah anak-anak mereka memeriahkan perayaan ini. Mereka turut ambil bagian sebagai penabuh baleganjur, misdinar, lektor, pemazmur, organis, dirigen, dan anggota koor. Semuanya bahu membahu mensukseskan perayaan Paskah tahun 2024 ini.

Perayaan misa diawali dengan tabuh baleganjur yang dimainkan oleh anak-anak muda (OMK) baik yang berasal dari Buduk sendiri dan gabungan dari lingkungan lain yang ada di paroki Tuka. Dikomandani oleh Billy Rahayu, mereka berkolaborasi membentuk Sekaa Baleganjur. Seperangkat gambelan baleganjur ini ada karena gereja mendapat dukungan dana dari kabupaten Badung melalui Desa Buduk dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Badung yang berdomisili di Desa Buduk. Sudah barang tentu gambelan ini ditujukan untuk pelestarian budaya Bali baik untuk upacara keagamaan maupun untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan budaya Bali.

Anak-anak dan remaja terlibat pula sebagai misdinar, lektor dan juga pemazmur. Tampil pertama kali juga Queensa membawa mazmur antar bacaan dengan suara emasnya. Demikian pula lektor Sylvi dan Nala, Odi sebagai komentator tampil pula dengan maksimal. Kiara, Dedek, Bobby, dan Dita melayani Romo sebagai misdinar. Generasi-generasi muda penerus kelangsungan hidup menggereja mulai tampil melayani dalam perayaan Paskah tahun ini. Organis muda kita Vicky mengiringi koor bapak dan ibu lingkungan dikomandani dirigen Wahyu.

Romo Paskalis dalam homilinya menceritakan kembali tentang kisah peristiwa Paskah pada Perjanjian lama di mana Paskah artinya Tuhan lewat. Tuhan lewat menyelamatkan bangsa Israel pada perjanjian lama dari perbudakan di Mesir yang diperintah oleh Firaun. Peristiwa yang mendahului Paskah jaman Yesus – tuduhan Yesus menghujat Allah, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia – Mesias yang dinantikan oleh Bangsa Israel. Yesus mengatakan diri-Nya adalah Mesias – Putra Allah. Ini sangat sulit diterima oleh orang Yahudi. Pilatus berusaha membebaskan Yesus karena tidak ditemukan perbuatan jahat yang dituduhkan pada Yesus. Namun Pilatus kalah dengan suryak siu (-Bali). Yesus kemudian disalibkan.

“Murid-murid Yesus ususnya Yudas berdiri pada dua kaki. Yudas kecewa akan harapannya terhadap Yesus. Yudas ingin Yesus menjadi pribadi yang kuat, namun tidak ditemukan oleh Yudas. Yesus diharapkan menjadi pribadi yang dapat membebaskan bangsa Israel. Murid yang lain mensyukuri dipanggil menjadi murid-Nya dan mengakui bahwa Yesus lebih daripada mereka bahkan lebih dari para pemimpin agama Yahudi. Namun ada juga keraguan dalam diri mereka, seperti yang ditampilkan oleh Petrus. Melalui peristiwa ini kita diajak melihat bahwa menjadi murid Yesus itu adalah sebuah proses. Pilatus adalah simbul kekuasaan, status ini menghalangi dia untuk mempercayai Yesus, demikian juga para pemimpin agama Yahudi belum tentu sampai pada kebenaran karena kesombongan mereka. Demikian juga kita sebagai umat beriman hanya identitas saja, setengah hati menjadi orang katolik. Tergantung situasi, kalau dalam keadaan baik ya kita tampil, namun kemudian situasi dan harapan kita yang terlalu tinggi membuat kita lemah. Perpecahan dalam diri orang katolik juga membuat iman kita menjadi lemah, setengah hati. Ini disimbolkan dengan Yudas. Menjadi orang Katolik adalah sebuah proses perjalanan, terus belajar, mau dituntun oleh Tuhan Yesus. Seperti Yesus menuntun Simon dan berhasil menjadi saksi kebangkitan Yesus. Semangat kita kadang menggebu kadang melemah, tetapi biarkanlah diri kita tetap dipimpin dan dituntun oleh Kristus, sehingga akhirnya menjadi pribadi yang kuat untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus. Kita harus terus menerus belajar memberikan kesaksian tentang Yesus yang kita imani adalah juru selamat yang wafat dan bangkit untuk keselamatan kita. Bersaksi bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan,” demikian Romo Paskalis mengakhiri homili sebelum didaraskan Credo.

Sebelum berkat penutup Bapak Jimmy Ray Arimbawa – Ketua Lingkungan Maria Asumpta Buduk berkenan memberikan sambutan. Beliau menyampaikan terima kasih atas keterlibatan seluruh umat dalam mempersiapkan perayaan Paskah pada tahun ini. Menyampaikan terima kasih pula untuk para donatur yang telah menyisihkan rejekinya untuk mendukung perayaan ini, khsusunya kepada CU Tunas Kasih.

Akhir misa diiringi dengan tabuh baleganjur dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana di antara umat yang hadir. Selamat Paskah – semoga kebangkitan Kristus membangkitkan semangat kita untuk hidup dalam persekutuan – partisipasi dan misi. (*ide)

GEREJA KATOLIK TRI TUNGGAL

Save SMALL on our BIG church!