Rencana Raker dan Program Kerja Paroki 2024

Rencana Raker dan Program Kerja Paroki 2024

Romo Dr. Paskalis Nyoman Widastra, SVD

1/27/20246 min read

Beberapa waktu yang lalu, dilaksanakan dua agenda penting oleh pihak keuskupan yakni Sinode V Keuskupan Denpasar (akhir 2023) dan Rapat PlenoDewan Pastoral Keuskupan Denpasar (awal 2024) dalam rangka menyusun program kerja untuk tahun 2024. Berikut ini kami berikan gambaran sekilas tentang sinode dan juga program kerja keuskupan Denpasar. Dari dua agenda penting keuskupan Denpasar yang telah terlaksana ini kita di Paroki Tritunggal Mahakudus berencana untuk menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) dan sekaligus juga Penyusunan Program Kerja tahun 2024. Maksudnya tentu saja untuk menyelaraskan gerak langkah kita bersama keuskupan dalam rangka mewujudkan Gereja yang sinodal, khususnya dalam mewujudkan Tema Pastoral Keuskupan Tahun 2024.

Rumusan akhir dari Sinode ini juga mengingatkan kita semua akan spiritualitas yang juga mendasari pelaksanaan Sinode V yakni melalui doa-doa sepanjang tahun yang dilaksanakan oleh umat. Di samping itu Sinode V juga mempunyai pendasaran biblis (Kitab Suci) yakni pentingnya kita memperhatikan persekutuan umat sebagaimana dilaksanakan oleh jemaat awal (Kis. 2: 41-47). Perjalanan murid ke Emaus juga mengingatkan kita akan tradisi gereja untuk selalu berjalan bersama (Lukas 24: 23-49).

Yang paling penting dari Rumusan Akhir Sinode V adalah arah dasar Karya Pastoral Keuskupan Denpasar, Visi dan Misi serta tema pastoral Keuskupan Denpasar tahun 2024-2028. Di samping itu juga dihasilkan perencanaan Strategis Pastoral Keuskupan Denpasar serta beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada Uskup Denpasar, Pusat Pastoral, para deken dan pastor paroki serta Bimas Katolik dan segenap umat beriman di wilayah Keuskupan Denpasar.

Hemat kami yang perlu disampaikan kepada segenap umat, khususnya umat paroki Tritunggal Mahakudus adalah Visi dan Misi Sinode V Keuskupan Denpasar. Adapun Visi Sinode V Keuskupan Denpasar untuk tahun 2024 – 2028 adalah: “Persekutuan Umat Katolik Keuskupan Denpasar yang partisipatif dan Transformatif, militan, solid dan solider, berdaya pikat, dan tanda keselamatan bagi dunia”. Dua kata penting dalam visi yang perlu kita perhatikan adalah KepemimpinanPastoral Gereja yang “Partisipatif” dan “Transformatif”.

Sedangkan Misi yang berhasil dirumuskan dalam sinode V ini ada 16 butir yang tentunya merupakan cerminan dari persoalan yang ada di masing-masing paroki. Ke-16 butir misi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan pastoralyang paritisipatif dan transformatif bagi pemimpin terbaptis dan tertahbis

  2. Mengadakan kaderisasi kepemimpinan partisipatif dan transformatif

  3. Meningkatkan kesadaran dan kebanggaan menjadi orang Katolik

  4. Menghidupkan iman umat agar berpartisipasi secara aktif

  5. Mendorong umat untuk militan dan berani bersaksi di tengah masyarakat.

  6. Menumbuhkan iman dalam konteks budaya

  7. Meningkatkan keaktifan dan keterlibatan orang muda Katolik dalam kehidupan menggereja

  8. Menganimasi keluarga Katolik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah Katolik

  9. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat melalui program PSE

  10. Memberikan pelayanan wisata rohani

  11. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar fungsionaris pastoral dan antara fungsionaris pastoral dengan umat

  12. Mendampingi dan memberdayakanorang Katolik

  13. Meningkatkan pengetahuan tentang iman, ketrampilan, dan kesadaran umat dalam hidup menggereja

  14. Menumbuh kembangkan iman anak-anak dan remaja (Sekami)

  15. Mengembangkan pastoral bagi lansia

  16. Merawat dan mengelola lingkungan hidup

Berdasarkan Visi dan Misi ini Sinode menetapkan tema-tema pastoral yang berlangsung selama 5 tahun ke depan. Untuk tahun 2024, temanya adalah: “Bangkit dan Bergerak Bersama mewujudkan Gereja Sinodal melalui kepemimpinan partisipatif”. Tema ini kemudian dibahas dalam Rapat Pleno Keuskupan Denpasar yang diselenggarakan pada 15 – 18 Januari 2024. Hasilnya adalah program-program keuskupan yang akan dilaksanakan baik di tingkat Dekenat maupun di tingkat Keuskupan yang tentunya juga akan melibatkan paroki-paroki di wilayah Keuskupan Denpasar.

Rumusan Akhir Sinode V

Seperti yang kita ketahui bersama Sinode V Keuskupan Denpasar telah berlangsung pada 27 November sampai 1 Desember tahun 2023. Sinode ini diikuti oleh utusan paroki dan juga stasi yang ada di wilayah Keuskupan Denpasar. Jumlah peserta sinode kurang lebih 150 orang. Paroki Tuka sendiri mengutus 5 perwakilannya baik imam maupun awam sesuai dengan quota yang disediakan oleh panitia. Lima utusan paroki kita adalah : (1) Rm. Paskalis Nyoman Widastra, SVD (2) Rm. Gabriel Madja, SVD (3) Nyoman Aloysius (4) Bernardus Wayan Purwanto (5) Maria Kristin Partina

Sinode V ini sudah berproses mulai dari tingkat Basis, Lingkungan, Paroki, Dekenat dan akhirnya berpuncak pada Sinode Keuskupan yang diselenggarakan di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua. Sinode ini sudah berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan arahan yang telah dipersiapkan oleh Panitia baik yang tergabung dalam OC maupun SC. Pokok diskusi dalam sinode berangkat dari hasil evaluasi Sinode IV dan harapan untuk Sinode V dalam rangka menuju Persekutuan Gereja Katolik yang sinodal dalam semangat persekutuan, partisipasi dan misi.

Setelah melalui pengarahan dari para narasumber yang datang dari luar Keuskupan Denpasar, dan juga berangkat dari hasil FGD Keuskupan, maka dihasilkan “Rumusan Akhir Sinode V Keuskupan Denpasar. Pada bagian pertama, disampaikan pengantar yang mengingatkan kita sebagai warga gereja yang lahir karena Roh Kudus. Kita juga diingatkan bahwa Gereja harus menjadi berkat dalam dirinya sebagai Sakramen keselamatan. Oleh sebab itu sinode V ini menjadi momen yang tepat bagi seluruh anggota Gereja untuk bangkit dan bergerak bersama menuju Gereja Sinodal.

Pada bagian kedua dijelaskan tentang bagaimana persiapan sinode dilakukan, mulai dari tingkat basis sampai pada tingkat paroki serta dekenat melalui FGD (Focus Group Discusion). Persiapan yang melibatkan umat di basis dan paroki menjadi penting karena merupakan salah satu cara yang bisa dipakai untuk menangkap apa yang menjadi pengalaman, persoalan dan sekaligus juga harapan umat 5 tahun ke depan. Gereja harus selalu berjalan bersama sehingga semua umat merasa menjadi bagian dari Gereja yang ada di wilayah Keuskupan Denpasar.

Save BIG on our church!

GEREJA KATOLIK TRI TUNGGAL

Raker Paroki

Rapat Kerja Paroki adalah panggilan untuk pelaksanaan karya pastoral di tingkat paroki yang didahului dengan pembahasan kebijakan pastoral keuskupan. Bersyukur bahwa keuskupan melalui Pusat Pastoral telah melaksanakan rapat pleno yang melibatkan pastor sebagai gembala umat dan komisi-komisi keuskupan serta dihadiri oleh Bapak Uskup dan seluruh anggota Kuria Keuskupan. Rapat pleno ini telah menghasilkan program yang dilaksanakan baik di tingkat dekenat maupun keuskupan yang tentunya melibatkan semua umat beriman. Rapat Kerja (Raker) ini semacam rapat pleno yang dihadiri oleh segenap anggota dewan baik DPP maupun DKP serta pengurus lingkungan serta organisasi yang ada.

Rapat Pleno ini bertujuan melaksanakan dinamika kehidupan menggereja berangkat dari berbagai macam persoalan yang ada di tengah umat dan masyarakat. Melalui FGD telah didapatkan sejumlah persoalan hidup menggereja yang merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan program lima tahun terdahalu atau tahun-tahun yang telah lewat di bawah panduan yang telah dibuat oleh pihak keuskupan. Dari evaluasi program keuskupan itu, ada beberapa persoalan khas yang dijumpai dalam paroki kita. Namun demikian ada tiga hal yang akan selalu menjadi acuan kita dalam melaksanakan hidup dan praktikmenggereja yakni: Persekutuan, Partisipasi dan Misi.

Kita perlu bertanya untuk paroki kita. Bagaimana persekutuan ini kita bangun dengan memperhatikan keberagaman yang ada di antara kita. Apakah persekutuan kita ini sudah solid baik di tingkat paroki, lingkungan, atau KBG kita. Upaya-upaya apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan persekutuan ini. Demikian juga dengan partisipasi umat. Bagaimana kita melihat pertisipasi umat dalam seluruh aspek kehidupan menggereja baik di bidang liturgi, persekutuan, pelayanan, pewartaan, maupun dalam kesaksian? Akhirnya dengan misi kita bertanya tentang kehidupan dan kehadiran kita di tengah masyarakat. Apakah hidup kita sudah memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar? Apakah kehadiran kita membawa sukacita dan kegembiraan bagi orang lain? Apakah orang tertarik dengan kehidupan kita?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu kita refleksikan bersama melalui raker yang akan kita laksanakan. Mungkin kita perlu memanggil pembicara yang bisa memberikan masukan yang penting untuk praktik kehidupan menggereja berdasarkan amanat kitab suci (Firman Tuhan). Adapun tema keuskupan yang juga harus kita jalankan di tingkat paroki adalah tentang kepemimpinan, yakni kepemimpinan Pastoral Gereja Sinodal. Tentu yang dimaksudkan disini adalah kepemimpinan gereja sinodal yang partisipatif dan transformatif. Tema ini perlu kita diskusikan lebih lanjut sehingga kita mempunyai wawasan untuk menerapkannya dalam masing-masing bidang dan juga untuk tiap Lingkungan serta KBG yang ada.

Oleh sebab itu pada kesempatan ini, kita diundang untuk melaksanakan Rapat Kerja Paroki yang bertujuan: (1) Menyatukan visi dan misi paroki (2) mengenali persoalan-persoalan yang ada di paroki (3) Membangun komunikasi lintas sektoral dan juga lingkungan (4) Membuat program dan prioritas program atas masing-masing seksi yang ada dalam bidang (BPI, BPU dan BAK). (5) Melaksanakan amanat Sinode V dengan memperhatikan visi dan misi keuskupan serta tema pastoral tahun ini (6) Memperdalam tema Kepemimpinan Pastoral Gereja Sinodal.

Penutup

Demikian pengantar yang bisa disampaikan untuk melihat kembali perjalanan kita sebagai anggota gereja yang selalu berjuang bersama mewujudkan gereja sinodal baik di tingkat paroki maupun keuskupan. Sampai sejauh ini, kita telah mengupayakan kehidupan gereja yang sinodal dengan memperhatikan ketiga aspek utama yang perlu kita perjuangkan yakni gereja yang bersekutu, berpartisipasi dan misi. Perjalanan ini tidak pernah selesai namun bisa kita upayakan untuk semakin berkualitas. Kiranya melalui tema kepemimpinan, paroki kita semakin bertumbuh dan berkembang dalam mewujudkan gereja sinodal di wilayah Keuskupan Denpasar. Terimakasih.